MASAKAN TIMUR TENGAH

“Lebanon”

Gambaran Daerah

Makanan khas Timur Tengah memiliki ragam jenis yang bervariasi, seperti halnya makanan khas Lebanon yang sama dengan makanan timur tengah pada umumnya tidak ada yang spesifik. Kuliner Lebanon serumpun dengan Negara sekitarnya seperti Suriah dan Turki. Kuliner Lebanon menitikberatkan pada makanan sehat dengan banyak penggunaan sayuran dan menggunakan yoghurt yang menyehatkan tubuh. Lebanon sangat kaya akan meze. Meze adalah istilah untuk menyebut hidangan pembuka (appetizer).

Ciri Khas Rasa

Rasa khas yang diciptakan dari masakan Lebanon terkenal dengan olahan yang banyak menggunakan bumbu dan rempah (ketumbar, jintan, lada hitam, kayu manis, cengkeh, dll) secara melimpah. Selain cita rasanya yang berempah beberapa makanan Lebanon juga memiliki rasa pedas dan asam.

Ciri Khas Bahan

   Bahan khas yang digunakan dalam masakan Lebanon cenderung menggunakan bahan-bahan segar diantara nya adalah serealia utuh, buah-buahan, sayuran, pati, ikan segar, daging, dan makanan laut. Minyak zaitun, herbal, bawang putih, dan lemon adalah cita rasa yang dapat ditemukan dalam masakan Lebanon.

Ciri Khas Pengolahan

Kebanyakan menu makanan khas Lebanon menggunakan metode memasak dengan memanggang atau dengan cara dibakar.

Ciri Khas Penampilan dan Tekstur

            Tampilan yang disajikan dalam masakan Lebanon menarik dan rapi serta cenderung menggunakan bahan yang segar. Tekstur yang dihasilkan pada masakannya pun lembut dan mudah untuk dikonsumsi.

KIBBEH (KIBE)

Bahan isi :

  1. 1 sdm              Minyak sayur
  2. ½ buah            Bawang bombay, iris dadu
  3. 1 siung             Bawang putih, cincang
  4. Secukupnya     Bubuk kari
  5. 150 g               Daging giling
  6. 1 sdm              Almond tanpa kulit, panggang, iris membujur
  7. 1 sdm              Garam
  8. ½ sdt               Jintan
  9. ¼ sdt               Lada hitam
  10.  Secukupnya    Daun mint, cincang halus

Kulit, aduk rata :

  1. 200 g               Bulgur
  2. 100 g               Daging giling
  3. ½ buah                       Bawang Bombay, iris dadu
  4. 1 sdm              Garam
  5. ½ sdt               Jintan bubuk
  6. ½  sdt              Kayu manis bubuk
  7. ½  sdt              Merica hitam bubuk
  8. ¼ gelas            Air

Saus, aduk rata :

  1. 100 g               Yoghurt tawar
  2. 10 g                 Daun mint, cincang halus
  3. 2 sdm              Minyak zaitun

Pelengkap :

  1. Secukupnya     Minyak sayur, untuk menggoreng
  2. Secukupnya     Air dingin, sebagai pelapis adonan

Alat-alat :

  1. Piring saji
  2. Wajan
  3. Sutil
  4. Plastik wrap
  5. Pisau
  6. Talenan
  7. Mangkuk
  8. Gelas ukur
  9. Sendok
  10. Blender

Cara membuat Kulit :

  1. Masukkan bulgur ke dalam mangkuk, tambahkan air lalu aduk hingga rata.
  2. Setelah rata, diamkan selama 10 menit.
  3. Kemudian tambahkan jintan bubuk, garam, bawang Bombay dan aduk hingga rata.
  4. Selanjutnya giling semua bahan diatas hingga rata.
  5. Setelah rata, tambahkan daging giling dan campurkan dengan adonan.
  6. Tutup dengan plastik wrap dan diamkan selama 20 menit di refrigator.

Cara membuat isi :

  1. Untuk bahan isi nya, panaskan minyak.
  2. Tumis bawang bombay hingga harum.
  3. Masukkan bawang putih ke dalamnya. Tumis hingga harum.
  4. Tambahkan bubuk kari, lada hitam, jintan, dan garam lalu aduk hingga rata.
  5. Masukkan kacang almond dan daging giling. Masak hingga daging matang. Angkat dan sisihkan.
  6. Tambahkan daun mint dan aduk hingga rata.

Cara mengisi dan menggoreng :

  1. Keluarkan bahan kulit yang sudah didiamkan.
  2. Ambil 2 sdm bahan kulit, bentuk oval dan ratakan. Lubangi bagian tengah adonan dan isi dengan bahan isian di tengahnya. Bulatkan, rapatkan dan lapisi dengan air dingin. Ulangi proses yang sama hingga bahan habis.
  3. Goreng di dalam minyak banyak yang panas hingga matang dan kecoklatan. Angkat dan tiriskan.

Cara penyajian :

  1. Tata kibbeh yang sudah matang diatas piring saji.
  2. Tambahkan garnish untuk mempercantik tampilan.
  3. Sajikan dengan saus nya.
  4. Kibbeh siap disajikan.

Porsi                            : 2 porsi

Kandungan Zat Gizi per porsi :

BahanKalori (Kkal)Protein (Gram)Lemak (Gram)Karbohidrat (Gram)
Daging20718,814 
Minyak sayur124 14 
Yoghurt31,52,620,783,52
Daun mint3,5   
Minyak zaitun119 13,5 
Almond28,91,062,530,98
Bulgur833,080,2418,58
TOTAL596,9 kkal25,56 gram45,05 gram23,08 gram

FATTOUSH

Bahan-Bahan :

  1. 1 ikat kecil       Selada, iris kecil
  2. 1 buah                         Bawang merah sedang, iris kecil
  3. 2 buah             Tomat sedang, iris kecil
  4. 1 buah            Mentimun, iris kecil
  5. 2 sdm              Minyak zaitun
  6. ¼ ikat              Daun mint
  7. ½ buah                        lobak
  8. 1 slice              Roti pita
  9. 2 sdm              Air perasan lemon
  10. Secukupnya     Garam
  11. Secukupnya     Lada hitam bubuk
  12. Secukupnya     Basil bubuk
  13. ¾ gelas            Plain yoghurt
  14. 2 sdm              Tahini (wijen bubuk kental)
  15. ¼ ikat              Daun dill, cincang halus.

Alat-alat:

  1. Mangkuk besar
  2. Mangkuk kecil
  3. Sendok
  4. Pisau
  5. Talenan

Cara Memasak :

  1. Pertama-tama, oven roti pita hingga matang.
  2. Siapkan mangkuk besar, masukkan semua sayur-sayuran yang telah diiris kecil-kecil.
  3. Selanjutnya siapkan mangkuk kecil, campurkan minyak zaitun, garam, lada hitam bubuk, dan aduk hingga rata.
  4. Tambahkan campuran di dalam mangkuk kecil diatas adonan sayuran, aduk hingga rata.
  5. Potong roti pita kecil-kecil dan tambahkan diatas campuran sayuran.
  6. Untuk membuat sauce, siapkan mangkuk kecil.
  7. Masukkan yoghurt, tahini, air perasan lemon, garam, dan lada hitam bubuk.
  8. Tambahkan daun dill dan aduk hingga rata.

Cara Penyajian :

  1. Sajikan didalam mangkuk.
  2. Tambahkan garnish untuk memperindah penampilan.
  3. Hidangkan beserta sauce diatasnya.
  4. Fattoush salad siap dihidangkan.

Porsi    : 2 porsi

Kandungan Zat Gizi tiap porsi :

BahanKalori (Kkal)Protein (Gram)Lemak (Gram)Karbohidrat (Gram)
Minyak zaitun119 13,5 
Yoghurt31,52,620,783,52
Ketimun7,50,320,051,81
Tomat90,440,11,96
Selada70,450,71,48
Biji wijen28,650,882,481,17
Bawang merah10,50,230,022,52
Daun mint3,5   
Lobak140,450,053,21
Roti pita137,54,550,627,85
TOTAL368,15 kkal9,94 gram18,28 kkal43,52 kkal

RESEP MASAKAN

“TELOR GEPREK SAUS JAMUR”

Bahan-bahan :

  • Bahan Utama
  • 4 butir        Telur ayam
  • 2 batang    Daun bawang
  • 50 gram     Tepung terigu
  • ½ sdt         Gula
  • ½ sdt         Garam
  • ½ sdt         Lada
  • 2 sdm        Minyak goreng
  • 250 ml       Air
  • Saus Jamur
  • 5 buah       Jamur kancing
  • 5 siung       Bawang putih, cincang halus
  • 3 sdm        Mentega
  • 1 sdm        Tepung terigu
  • 200 ml       Susu
  • 1 sdm        Lada hitam
  • ½ sdt         Garam
  • ½ sdt         Gula
  • Sambal Kol Goreng
  • ¼ buah      Kol, potong kecil
  • 3 buah       Cabai merah
  • 5 buah       Cabai rawit
  • ½ butir       Tomat
  • 3 siung       Bawang putih
  • 2 siung       Bawang merah
  • ½ sdt         Gula
  • ½ sdt         Garam
  • 500 ml       Air

Alat-alat         :

  1. Mangkuk besar
  2. Mangkuk kecil
  3. Wajan
  4. Panci
  5. Spatula kayu
  6. Whisk
  7. Sendok
  8. Garpu
  9. Pisau
  10. Telenan
  11. Piring saji
  12. Cobek dan ulekan

Cara Memasak          :

  • Saus Jamur
  • Panaskan wajan dan masukkan margarin.
  • Masukkan bawang putih dan bawang bombay, tumis hingga matang
  • Kemudian masukkan jamur dan tambahkan garam, gula, dan lada hitam, aduk hingga merata
  • Tambahkan tepung terigu dan susu, aduk hingga matang dan merata
  • Hidangkan di dalam mangkuk kecil
  • Sambal Kol Goreng
  • Panaskan  air di dalam panci hingga mendidih
  • Masukkan cabai merah, cabai rawit, tomat, bawang merah, dan bawang putih ke dalam panci dan rebus hingga matang
  • Setelah direbus kemudian dihaluskan dengan cobek dan ulekan
  • Tambahkan garam, gula, dan lada, koreksi rasa
  • Selanjutnya, siapkan minyak diatas wajan
  • Goreng kol hingga matang
  • Setelah matang, tiriskan dan campurkan ke dalam sambal
  • Tambahkan sedikit minyak panas dan aduk hingga merata
  • Hidangkan di dalam mangkuk kecil
  • Telur Geprek
  • Siapkan wadah mangkuk besar
  • Masukkan tepung terigu, dan maizena
  • Tambahkan garam, gula, dan lada secukupnya dan aduk hingga merata
  • Masukkan telur dan tambahkan daun bawang ke dalam mangkuk
  • Tambahkan garam, gula, dan lada secukupnya dan aduk hingga merata
  • Siapkan minyak di atas wajan, lalu goreng telur (jangan terlalu kering)
  • Setelah matang, angkat dan tiriskan
  • Masukkan 1 butir telur, garam, dan lada secukupnya untuk adonan basah dan aduk hingga merata serta tambahkan air
  • Telur yang telah matang dipotong-potong menjadi beberapa bagian kemudian celupkan ke dalam adonan basah dan adonan kering
  • Goreng hingga erwarna kuning keemasan
  • Setelah matang, angkat dan tiriskan
  • Hidangkan dengan saus dan sambal yang telah dimasak tadi

Cara Menyajikan

  1. Siapkan piring saji, kemudian letakkan hasil tirisan telur yang sudah digoreng
  2. Siapkan sambal yang sudah dimasukkan ke dalam mangkuk kecil di samping piring saji
  3. Tambahkan garnish untuk mempercantik hidangan
  4. Telur geprek dengan saus jamur siap dihidangkan.

Porsi                : 2 Porsi

Jenis masakan  : Oriental

PEMERIKSAAN KLINIS

Pengertian

Pemeriksaan klinis adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya gangguan kesehatan termasuk gangguan gizi yang dialami seseorang. Pemeriksaan klinis dilakukan dengan beberapa cara, di antaranya melalui kegiatan anamnesis, observasi, palpasi, perkusi, dan/atau auskultasi.

Anamnesis

Anamnesis adalah kegiatan wawancara antara pasien dengan tenaga kesehatan untuk memperoleh keterangan tentang keluhan dan riwayat penyakit atau gangguan kesehatan yang dialami seseorang dari awal sampai munculnya gejala yang dirasakan. Anamnesis dapat dilakukan dengan dua cara yaitu:

  1. Auto-anamnesis yaitu kegiatan wawancara langsung kepada pasien karena pasien dianggap mampu tanya jawab.
  2. Allo-anamnesis yaitu kegiatan wawancara secara tidak langsung atau dilakukan wawancara/tanya jawab pada keluarga pasien atau orang yang mengetahui tentang pasien.
  3. Allo-anamnesis dilakukan karena pasien belum dewasa (anakanak yang belum dapat mengemukakan pendapat terhadap apa yang dirasakan), pasien dalam keadaan tidak sadar karena berbagai hal, pasien tidak dapat berkomunikasi atau pasien yang mengalami gangguan jiwa.

Observasi/Pengamatan

Observasi/pengamatan adalah kegiatan yang dilakukan dengan cara pengamatan pada bagian tubuh tertentu untuk mengetahui adanya gangguan kekurangan gizi. Misalnya mengamati bagian putih mata untuk mengetahui anemi, orang yang menderita anemi bagian putih matanya akan terlihat putih tanpa terlihat arteri yang sedikit kemerahan.

Palpasi

Palpasi adalah kegiatan perabaan pada bagian tubuh tertentu untuk mengetahui adanya kelainan karena kekurangan gizi. Misalnya melakukan palpasi dengan menggunakan kedua ibu jari pada kelenjar tyroid anak untuk mengetahui adanya pemerbesaran gondok karena kekurangan iodium.

Perkusi

Perkusi adalah melakukan mengetukkan pada bagian tubuh tertentu untuk mengetahui reaksi yang terjadi atau suara yang keluar dari bagian tubuh yang diketuk.

Auskultasi

Auskultasi adalah mendengarkan suara yang muncul dari bagian tubuh untuk mengetahui ada tidaknya kelainan tubuh.

Gejala dan tanda yang muncul, sering kurang spesifik untuk menggambarkan kekurangan zat gizi tertentu. Pemeriksaan klinis biasanya dilakukan dengan bantuan perabaan, pendengaran, pengetokan, penglihatan, dan lainnya. Misalnya pemeriksaan pembesaran kelenjar gondok sebagai akibat dari kekurangan iodium.

Kelebihan Metode Klinis

  • Pemeriksaan status gizi dengan metode klinis mudah dilakukan dan pemeriksaannya dapat dilakukan dengan cepat. Misal pemeriksaan anak yang odema karena kekurangan protein cukup memijit bagian kaki yang bengkak.
  • Melakukan pemeriksaan status gizi dengan metode klinis tidak memerlukan alat-alat yang rumit. Misalnya pada pengukuran pembesaran kelenjar gondok karena kekurangan iodium, cukup dengan menggunakan jari-jari tangan pengukur.
  • Tempat pemeriksaan klinis dapat dilakukan di mana saja, tidak memerlukan ruangan yang khusus.
  • Jika prosedur ukur dilakukan dengan tepat, maka metode klinis menghasilkan data yang cukup akurat dalam menilai status gizi.

Kelemahan Metode Klinis

  • Pemeriksaan klinis untuk menilai status gizi memerlukan pelatihan yang khusus. Setiap jenis kekurangan gizi akan menunjukkan gejala klinis yang berbeda, masing-masing harus dilakukan pelatihan yang berbeda.
  • Ketepatan hasil ukuran terkadang dapat bersifat subjektif. Terkadang pengalaman melakukan pemeriksaan mempengaruhi hasil, semakin lama pengalaman yang dimiliki, maka hasil akan semakin tepat.
  • Untuk kepastian data status gizi, terkadang diperlukan data pendukung lain, seperti data pemeriksaan biokimia. Contohnya untuk memastikan seseorang yang menunjukkan gejala anemi, perlu didukung data pemeriksaan kadar hemoglobin dari pemeriksaan biokimia.
  • Seseorang yang menderita gejala klinis kekurangan gizi, biasanya tingkat defisiensi zat gizi cenderung sudah tinggi. Misalnya seseorang yang menunjukkan adanya benjolan pada persendian kaki karena kelebihan kolesterol, maka kelebihan kolesterol dalam tubuh sudah dalam taraf yang tinggi.
  • Waktu pelaksanaan pengukuran dengan metode klinis, dipengaruhi oleh lingkungan, seperti bising, anak rewel, tebal kulit/pigmen, dan pengaruh yang lain. Misalnya sulit dilakukan pemeriksaan klinis anemi pada orang yang berkulit hitam, karena kulitnya gelap.

PEMERIKSAAN BIOKIMIA

Pengertian

Penentuan status gizi dengan uji biokimia adalah salah satu metode yang dilakukan secara langsung pada tubuh atau bagian tubuh. Tujuan penilaian status gizi ini adalah untuk mengetahui tingkat ketersediaan zat gizi dalam tubuh sebagai akibat dari asupan gizi dari makanan dengan menggunakan peralatan laboratorium kimia.

Kelebihan

Metode laboratorium untuk menilai status gizi mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan dengan metode yang lain. Kelebihan tersebut adalah:

  1. Metode laboratorium dapat mengukur tingkat gizi pada jaringan tubuh secara tepat, sehingga dapat dipastikan apakah seseorang mempunyai kadar zat gizi yang cukup atau kurang. Bahkan dalam jumlah kecil sekalipun dapat terdeteksi
  2. Dengan mengetahui tingkat gizi dalam tubuh, maka kemungkinan kejadian yang akan datang dapat diprediksi. Dengan demikian dapat segera dilakukan upaya intervensi untuk mencegah kekurangan gizi yang lebih parah.
  3. Data yang diperoleh pemeriksaan laboratorium hasilnya cukup valid dan dapat dipercaya ketepatannya.

Kelemahan

  1. Biaya yang harus dikeluarkan untuk melakukan pemeriksaan relatif mahal.
  2. Peralatan laboratorium umumnya sangat sensitif dan mudah pecah, sehingga alat laboratorium sulit untuk dibawa ke tempat yang jauh.
  3. Pada waktu melakukan pemeriksaan dengan metode laboratorium, umumnya memerlukan tempat dan kondisi yang khusus agar pemeriksaan berjalan dengan baik dan aman.
  4. Batasan kecukupan zat gizi setiap individu tidak mutlak, tetapi berdasarkan kisaran. Misalnya batasan anemi bagi wanita adalah kadar hemoglobinya 12 mg/dl, tetapi ada wanita dengan kadar hemoglobin 11 mg/dl tidak menunjukkan gejala anemi.

Nilai Normal Laboratorium Darah (Kimia) pada Dewasa

Alat yang Digunakan :

  • Spektrofotometer
  • Hemaque
  • Accu-Chek

ANTROPOMETRI

Antropometri berasal dari kata “antropos” yang berarti manusia dan “metrios” yang berarti ukuran. Dapat disimpulkan bahwa antropometri merupakan pengukuran variasi dimensi fisik dan komposisi tubuh secara kasar pada beberapa tingkat umur dan tingkat gizi. Masalah gizi di Indonesia masih merupakan  masalah nasional. Kelompok usia yang rentan masalah gizi antara lain usia balita yaitu bayi (usia kurang 1 tahun) dan anak usia 1 sampai kurang 2 tahun (baduta) serta anak pra-sekolah usia 2 sampai kurang 6 tahun. Indikator ukuran antropometri digunakan sebagai kriteria utama untuk menilai kecukupan asupan gizi dan pertumbuhan bayi dan balita. Pengukuran antropometri digunakan untuk :

  • Sebaran status gizi (prevalensi berdasarkan usia,  jenis kelamin, status sosial dll)
  • Menentukan prioritas intervensi gizi  
  • Evaluasi hasil intervensi

Pengukuran antropometri terdapat dua macam :

  1. Massa jaringan  adalah ukuran yang menunjukkan pertumbuhan massa jaringan aktif (lemak, tanpa lemak). Contoh : BB (Berat Badan), LILA (Lingkar Lengan Atas), TLBK (Tebal Lemak Bawah Kulit).
  2. Linier adalah ukuran yang menunjukkan pertumbuhan otot, tulang, rangka. Contoh : TB (Tinggi Badan), LK, (Lingkar kepala), LD (Lingkar Dada).

Parameter Pengukuran Antropometri

  1. Usia

Menurut Puslitbang Gizi Bogor (1980), batasan umur yang digunakan adalah tahun umur penuh (Completed Year) dan untuk anak umur 0 – 2 tahun digunakan bulan usia penuh (Completed Month).

            Contoh            : Tahun usia penuh (Completed Year)

            Umur               : 7 tahun   2 bulan, dihitung 7 tahun

                                      6 tahun 11 bulan, dihitung 6 tahun

            Contoh            : Bulan usia penuh (Completed Month)

            Umur               : 4 bulan   5  hari, dihitung 4 bulan

                                      3 tahun 27 hari, dihitung 3 bulan

Di pedesaan banyak keluarga yang tidak mempunyai catatan tanggal lahir anaknya. Selain itu juga ada kecenderungan untuk menulis angka yang mudah seperti 1 tahun, 1.5 tahun, 2 tahun dan 3 tahun. Kategorisasi usia 0 – <6 bulan, 6 – <12 bulan, 12 – <24 bulan, dan 24 – <59 bulan.

  • Berat Badan

Berat badan menggambarkan jumlah protein, lemak, air dan mineral pada tulang. Pada remaja, lemak tubuh cenderung meningkat & protein otot menurun. Pada orang yang edema & acites terjadi penambahan cairan dalam tubuh. Adanya tumor dapat menurunkan jaringan lemak dan otot, khususnya terjadi pada orang kekurangan gizi. Ada 2 macam timbangan:

  • Tipe Salter spring balance

Timbangan gantung (Posyandu) dengan maksimum berat 25 kg dan ketelitian 100 gram.

  • Tipe Bathroom Scale

Digunakan untuk anak yang sudah bisa berdiri sendiri, atau  menimbang anak bersama ibunya dengan maksimum berat 100 kg dan ketelitian 100 gram.

  • Lingkar Lengan Atas

Menurut Depkes RI (1994) pengukuran LLA pada kelompok wanita usia subur (WUS) adalah salah satu cara deteksi dini yang mudah dan dapat dilaksanakan oleh masyarakat awam untuk mengetahui kelompok beresiko Kekurangan Energi Kronis (KEK). Wanita usia subur adalah wanita usia 15 – 45 tahun. Pada anak digunakan sebagai alternatif kalau tidak bisa ditimbang/diukur tinggi badannya.

Diukur dengan pita ukur non-elastis. Sebagai alternatif bila tidak memungkinkan  mengukur BB dan TB (keadaan darurat atau  untuk skrining). Nilai ambang batas untuk balita 12,5 – 13 cm  dapat menggantikan interpretasi BB-TB  rendah atau wasting.

  • Tinggi Badan

Tinggi badan merupakan parameter yg penting bagi keadaan yg telah lalu & keadaan sekarang jika umur tidak diketahui dengan tepat. Pengukuran tinggi badan untuk anak balita sudah dapat berdiri, contoh, mikrotoa.

  • Lingkar Kepala

Lingkar kepala yaitu memeriksa keadaan patologi dari besarnya kepala/peningkatan ukuran kepala. Contohnya yang sering adalah kepala besar (hidrocefalus) & kepala kecil (mikrosefalus). Lingkar kepala terutama dihubungkan dengan ukuran otak & tulang tengkorak. Lingkar kepala dapat juga digunakan  sebagai informasi  tambahan dalam pengukuran umur. Masalah yang sering dijumpai adalah mengenai standard of  reference. Tulang tengkorak / lingkar kepala dipengaruhi oleh suku bangsa dan genetik. Juga dipengaruhi oleh kebudayaan, seperti orang Amerika Utara, dimana kepala anak agak besar.

  • Lingkar Dada

Biasanya dilakukan pada anak usia 2 -3 tahun, karena rasio lingkar kepala dan lingkar dada sama pada umur 6 bulan. Setelah umur ini, tulang tengkorak tumbuh secara lambat & pertumbuhan dada lebih cepat. Umur antara 6 bulan & 5 tahun, rasio antara lingkar kepala & dada adalah kurang dari satu, hal ini dikarenakan akibat  kegagalan perkembangan dan pertumbuhan / kelemahan otot & lemak pada dinding dada. Ini dapat digunakan sebagai indikator dalam menentukan KEP pada balita. Masalah yang sering ditemukan adalah akurasi pengukuran (pembacaan), karena pernafasan anak yang tidak teratur.

  • Lingkar Pinggang dan Pinggul

Pengukuran lingkar pinggang dan pinggul harus dilakukan oleh tenaga yang terlatih dan posisi pengukuran harus tepat. Perbedaan posisi penguuran akan memberikan hasil yang berbeda. Seidell, dkk (1987) memberikan petunjuk bahwa rasio lingkar pinggang dan pinggul untuk perempuan adalah 0,77 dan 0,90 untuk laki-laki.

  • Tebal lemak di Bawah Kulit

Pengukuran lemak tubuh melalui pengukuran ketebalan lemak bawah kulit(skinfold) dilakukan pada beberapa bagian tubuh, misalnya pada :

  • bagian lengan atas (biceps dan triceps),
  • lengan bawah (forearm),
  • tulang belikat (subscapular),
  • di tengah garis ketiak (midaxillary), sisi dada (pectoral),
  • perut (abdominal),
  • paha (suuprailiaca),
  • tempurung lutut (suprapatellar),
  • dan pertengahan tungkai bawah (medial calf).

Alat yang digunakan

1.    Timbangan Seca (mengukur berat badan)

2.    Microtoice (mengukur tinggi badan)

3.    Alat ukur tinggi lutut

4.    Pita LILA

5.    Pita Lingkar Pinggang

6.    Skinfold Caliper (untuk tebal lipatan kulit)

Indeks Antropometri

Parameter antropometri merupakan dasar dari penilaian status gizi. Kombinasi antara beberapa parameter disebut Indeks Antropometri. Penggolongan Keadaan Gizi menurut Indeks Antropometri  ( Sumber : Puslitbang Gizi, 1980. Pedoman Ringkas Cara Pengukuran Antropometri & Penentuan Gizi. Bogor).

  1. Berat Badan Menurut Usia (BB/U)

Jika dalam keadaan normal maka berat badan berkembang mengikuti pertambahan umur, tetapi dalam keadaan abnormal, terdapat 2 kemungkinan yaitu berat badan berkembang cepat/ lebih lambat dari keadaan normal.

  • Tinggi Badan Menurut Usia (TB/U)

Tinggi badan menggambarkan keadaan pertumbuhan skeletal. Kondisi normal, TB tumbuh seiring pertambahan umur. Maka indeks ini menggambarkan status gizi masa lalu. Beaton & Bengoa ( 1973 ) menjelaskan bahwa indeks TB/U disamping memberikan status gizi masa lampau, juga lebih erat kaitannya dengan status sosial ekonomi.

  • Berat Badan Berdasarkan Tinggi Badan (BB/TB)

Dalam keadaan normal, perkembangan BB akan searah dengan pertumbuhan TB dengan kecepatan tertentu. Indeks BB/TB mrp indikator yang baik untuk menilai status gizi saat ini (sekarang). Indeks BB/TB merupakan indeks yang independen terhadap umur.

  • Lingkar Lengan Atas Menurut Usia (LLA/U)

LLA memberikan gambaran tentang keadaan jaringan otot dan lapisan lemak bawah kulit. LLA merupakan parameter yang labil, sehingga LLA merupakan indeks status gizi saat ini. (Jellife, 1966) menjelaskan bahwa perkembangan LLA pada tahun pertama 5,4 cm sedangkan pada umur 2 tahun – 5 tahun ± 1,5 cm per tahun, kurang sensitif untuk usia selanjutnya.

Penggunaan LLA sebagai indikator status gizi, disamping digunakan secara tunggal juga dalam bentuk kombinasi dengan dengan parameter lainnya LLA/U dan LLA/TB yang disebut dengan quack stick.

  • Indeks Massa Tubuh (IMT)

Masalah kekurangan & kelebihan gizi pada orang dewasa (usia 18 tahun keatas) merupakan masalah penting, karena selain mempunyai resiko penyakit tertentu, juga dapat mempengaruhi produktifitas kerja. Oleh karena itu, pemantauan keadaan tersebut perlu dilakukan secara berkesinambungan. Salah satu cara adalah dengan mempertahankan BB yang ideal/normal. Di indonesia khususnya, cara pemantauan & batasan BB normal orang dewasa belum jelas mengacu pada patokan tertentu. Rumus untuk menentukan IMT tubuh seseorang adalah :

IMT = BB/[TB (cm)]kuadrat

Sedangkan untuk menentukan berat badan ideal dapat menggunakan rumus :

BB ideal = 90% x (TB-100)
  • Tebal Lemak Bawah Kulit Menurut Umur (TLBK/U)

Pengukuran ketebalan lemak bawah kulit (skinfold)  dilakukan pada beberapa bagian tubuh bagian lengan atas (triceps & biceps), lengan bawah (forearm), tulang belikat (subscapular), ditengah garis ketiak (mid axillary), sisi dada (pectoral), perut (abdominal), suprailiaka, paha, tempurung lutut (supra patellar) & pertengahan tungkai bawah (medial calf).

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai