ANTROPOMETRI

Antropometri berasal dari kata “antropos” yang berarti manusia dan “metrios” yang berarti ukuran. Dapat disimpulkan bahwa antropometri merupakan pengukuran variasi dimensi fisik dan komposisi tubuh secara kasar pada beberapa tingkat umur dan tingkat gizi. Masalah gizi di Indonesia masih merupakan  masalah nasional. Kelompok usia yang rentan masalah gizi antara lain usia balita yaitu bayi (usia kurang 1 tahun) dan anak usia 1 sampai kurang 2 tahun (baduta) serta anak pra-sekolah usia 2 sampai kurang 6 tahun. Indikator ukuran antropometri digunakan sebagai kriteria utama untuk menilai kecukupan asupan gizi dan pertumbuhan bayi dan balita. Pengukuran antropometri digunakan untuk :

  • Sebaran status gizi (prevalensi berdasarkan usia,  jenis kelamin, status sosial dll)
  • Menentukan prioritas intervensi gizi  
  • Evaluasi hasil intervensi

Pengukuran antropometri terdapat dua macam :

  1. Massa jaringan  adalah ukuran yang menunjukkan pertumbuhan massa jaringan aktif (lemak, tanpa lemak). Contoh : BB (Berat Badan), LILA (Lingkar Lengan Atas), TLBK (Tebal Lemak Bawah Kulit).
  2. Linier adalah ukuran yang menunjukkan pertumbuhan otot, tulang, rangka. Contoh : TB (Tinggi Badan), LK, (Lingkar kepala), LD (Lingkar Dada).

Parameter Pengukuran Antropometri

  1. Usia

Menurut Puslitbang Gizi Bogor (1980), batasan umur yang digunakan adalah tahun umur penuh (Completed Year) dan untuk anak umur 0 – 2 tahun digunakan bulan usia penuh (Completed Month).

            Contoh            : Tahun usia penuh (Completed Year)

            Umur               : 7 tahun   2 bulan, dihitung 7 tahun

                                      6 tahun 11 bulan, dihitung 6 tahun

            Contoh            : Bulan usia penuh (Completed Month)

            Umur               : 4 bulan   5  hari, dihitung 4 bulan

                                      3 tahun 27 hari, dihitung 3 bulan

Di pedesaan banyak keluarga yang tidak mempunyai catatan tanggal lahir anaknya. Selain itu juga ada kecenderungan untuk menulis angka yang mudah seperti 1 tahun, 1.5 tahun, 2 tahun dan 3 tahun. Kategorisasi usia 0 – <6 bulan, 6 – <12 bulan, 12 – <24 bulan, dan 24 – <59 bulan.

  • Berat Badan

Berat badan menggambarkan jumlah protein, lemak, air dan mineral pada tulang. Pada remaja, lemak tubuh cenderung meningkat & protein otot menurun. Pada orang yang edema & acites terjadi penambahan cairan dalam tubuh. Adanya tumor dapat menurunkan jaringan lemak dan otot, khususnya terjadi pada orang kekurangan gizi. Ada 2 macam timbangan:

  • Tipe Salter spring balance

Timbangan gantung (Posyandu) dengan maksimum berat 25 kg dan ketelitian 100 gram.

  • Tipe Bathroom Scale

Digunakan untuk anak yang sudah bisa berdiri sendiri, atau  menimbang anak bersama ibunya dengan maksimum berat 100 kg dan ketelitian 100 gram.

  • Lingkar Lengan Atas

Menurut Depkes RI (1994) pengukuran LLA pada kelompok wanita usia subur (WUS) adalah salah satu cara deteksi dini yang mudah dan dapat dilaksanakan oleh masyarakat awam untuk mengetahui kelompok beresiko Kekurangan Energi Kronis (KEK). Wanita usia subur adalah wanita usia 15 – 45 tahun. Pada anak digunakan sebagai alternatif kalau tidak bisa ditimbang/diukur tinggi badannya.

Diukur dengan pita ukur non-elastis. Sebagai alternatif bila tidak memungkinkan  mengukur BB dan TB (keadaan darurat atau  untuk skrining). Nilai ambang batas untuk balita 12,5 – 13 cm  dapat menggantikan interpretasi BB-TB  rendah atau wasting.

  • Tinggi Badan

Tinggi badan merupakan parameter yg penting bagi keadaan yg telah lalu & keadaan sekarang jika umur tidak diketahui dengan tepat. Pengukuran tinggi badan untuk anak balita sudah dapat berdiri, contoh, mikrotoa.

  • Lingkar Kepala

Lingkar kepala yaitu memeriksa keadaan patologi dari besarnya kepala/peningkatan ukuran kepala. Contohnya yang sering adalah kepala besar (hidrocefalus) & kepala kecil (mikrosefalus). Lingkar kepala terutama dihubungkan dengan ukuran otak & tulang tengkorak. Lingkar kepala dapat juga digunakan  sebagai informasi  tambahan dalam pengukuran umur. Masalah yang sering dijumpai adalah mengenai standard of  reference. Tulang tengkorak / lingkar kepala dipengaruhi oleh suku bangsa dan genetik. Juga dipengaruhi oleh kebudayaan, seperti orang Amerika Utara, dimana kepala anak agak besar.

  • Lingkar Dada

Biasanya dilakukan pada anak usia 2 -3 tahun, karena rasio lingkar kepala dan lingkar dada sama pada umur 6 bulan. Setelah umur ini, tulang tengkorak tumbuh secara lambat & pertumbuhan dada lebih cepat. Umur antara 6 bulan & 5 tahun, rasio antara lingkar kepala & dada adalah kurang dari satu, hal ini dikarenakan akibat  kegagalan perkembangan dan pertumbuhan / kelemahan otot & lemak pada dinding dada. Ini dapat digunakan sebagai indikator dalam menentukan KEP pada balita. Masalah yang sering ditemukan adalah akurasi pengukuran (pembacaan), karena pernafasan anak yang tidak teratur.

  • Lingkar Pinggang dan Pinggul

Pengukuran lingkar pinggang dan pinggul harus dilakukan oleh tenaga yang terlatih dan posisi pengukuran harus tepat. Perbedaan posisi penguuran akan memberikan hasil yang berbeda. Seidell, dkk (1987) memberikan petunjuk bahwa rasio lingkar pinggang dan pinggul untuk perempuan adalah 0,77 dan 0,90 untuk laki-laki.

  • Tebal lemak di Bawah Kulit

Pengukuran lemak tubuh melalui pengukuran ketebalan lemak bawah kulit(skinfold) dilakukan pada beberapa bagian tubuh, misalnya pada :

  • bagian lengan atas (biceps dan triceps),
  • lengan bawah (forearm),
  • tulang belikat (subscapular),
  • di tengah garis ketiak (midaxillary), sisi dada (pectoral),
  • perut (abdominal),
  • paha (suuprailiaca),
  • tempurung lutut (suprapatellar),
  • dan pertengahan tungkai bawah (medial calf).

Alat yang digunakan

1.    Timbangan Seca (mengukur berat badan)

2.    Microtoice (mengukur tinggi badan)

3.    Alat ukur tinggi lutut

4.    Pita LILA

5.    Pita Lingkar Pinggang

6.    Skinfold Caliper (untuk tebal lipatan kulit)

Indeks Antropometri

Parameter antropometri merupakan dasar dari penilaian status gizi. Kombinasi antara beberapa parameter disebut Indeks Antropometri. Penggolongan Keadaan Gizi menurut Indeks Antropometri  ( Sumber : Puslitbang Gizi, 1980. Pedoman Ringkas Cara Pengukuran Antropometri & Penentuan Gizi. Bogor).

  1. Berat Badan Menurut Usia (BB/U)

Jika dalam keadaan normal maka berat badan berkembang mengikuti pertambahan umur, tetapi dalam keadaan abnormal, terdapat 2 kemungkinan yaitu berat badan berkembang cepat/ lebih lambat dari keadaan normal.

  • Tinggi Badan Menurut Usia (TB/U)

Tinggi badan menggambarkan keadaan pertumbuhan skeletal. Kondisi normal, TB tumbuh seiring pertambahan umur. Maka indeks ini menggambarkan status gizi masa lalu. Beaton & Bengoa ( 1973 ) menjelaskan bahwa indeks TB/U disamping memberikan status gizi masa lampau, juga lebih erat kaitannya dengan status sosial ekonomi.

  • Berat Badan Berdasarkan Tinggi Badan (BB/TB)

Dalam keadaan normal, perkembangan BB akan searah dengan pertumbuhan TB dengan kecepatan tertentu. Indeks BB/TB mrp indikator yang baik untuk menilai status gizi saat ini (sekarang). Indeks BB/TB merupakan indeks yang independen terhadap umur.

  • Lingkar Lengan Atas Menurut Usia (LLA/U)

LLA memberikan gambaran tentang keadaan jaringan otot dan lapisan lemak bawah kulit. LLA merupakan parameter yang labil, sehingga LLA merupakan indeks status gizi saat ini. (Jellife, 1966) menjelaskan bahwa perkembangan LLA pada tahun pertama 5,4 cm sedangkan pada umur 2 tahun – 5 tahun ± 1,5 cm per tahun, kurang sensitif untuk usia selanjutnya.

Penggunaan LLA sebagai indikator status gizi, disamping digunakan secara tunggal juga dalam bentuk kombinasi dengan dengan parameter lainnya LLA/U dan LLA/TB yang disebut dengan quack stick.

  • Indeks Massa Tubuh (IMT)

Masalah kekurangan & kelebihan gizi pada orang dewasa (usia 18 tahun keatas) merupakan masalah penting, karena selain mempunyai resiko penyakit tertentu, juga dapat mempengaruhi produktifitas kerja. Oleh karena itu, pemantauan keadaan tersebut perlu dilakukan secara berkesinambungan. Salah satu cara adalah dengan mempertahankan BB yang ideal/normal. Di indonesia khususnya, cara pemantauan & batasan BB normal orang dewasa belum jelas mengacu pada patokan tertentu. Rumus untuk menentukan IMT tubuh seseorang adalah :

IMT = BB/[TB (cm)]kuadrat

Sedangkan untuk menentukan berat badan ideal dapat menggunakan rumus :

BB ideal = 90% x (TB-100)
  • Tebal Lemak Bawah Kulit Menurut Umur (TLBK/U)

Pengukuran ketebalan lemak bawah kulit (skinfold)  dilakukan pada beberapa bagian tubuh bagian lengan atas (triceps & biceps), lengan bawah (forearm), tulang belikat (subscapular), ditengah garis ketiak (mid axillary), sisi dada (pectoral), perut (abdominal), suprailiaka, paha, tempurung lutut (supra patellar) & pertengahan tungkai bawah (medial calf).

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai